Kamis, 05 Juli 2007

Etika Mahasiswa Dalam Menghadapi Dosen

Dosen merupakan tenaga pengajar di tingkat Perguruan Tinggi. Dalam perkuliahan, dosen sangat berperan dalam proses belajar mengajar. Walaupun setiap dosen memiliki karakteristik tersendiri, namun mereka tidak lepas dari tanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya pada Mahasiswa.
Oleh karena itu tidak sepatutnya seorang Mahasiswa membeda – bedakan Dosen dalam perkuliahan. Karena hal ini bisa merugikan mahasiswa tersebut. Mahasiswa tidak bisa konsentrasi penuh karena disebabkan mereka terlalu memperhatikan karakteristik dosen.
Sesuai dengan ideology Multikulturalisme, bahwa kelompok – kelompok budaya berada dalam kesetaraan derajat, demokratis dan toleransi sejati. Oleh karena itu sudah saatnya pasca reformasi ini masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa harus mengerti dan mempunyai pedoman hidup mendasar bagi kebersamaan yang sederajat dan sebuah pedoman praktikal dalam menghadapi kehidupan nyata sehari – hari.
Komunikasi yang baik antar mahasiswa dan dosen sangat penting juga dalam rangka mempertajam pemahaman dan pengetahuan, agar tidak terjadi miscommunication and misunderstanded. Komunikasi yang baik bisa dilakukan misalnya dengan cara/kegiatan diskusi, seminar atau lokakarya.
Kalau memungkinkan, sebaiknya pemimpin, dosen dan mahasiswa dari berbagai Pergururan Tinggi dapat duduk bersama membicarakan isu penting berkenaan dengan cita – cita atau misi dan fisi Universitas masing – masing.
Demikian pula, prinsip mahsiswa hanya mungkin dapat berkembang dan hidup secara mantap apabila mempunyai toleransi terhadap perbedaan dalam bentuk apa pun,
Diskriminasi social, politik, budaya, pendidikan dan ekonomi yang berlaku di masa pemerintahan Orba, secara bertahap maupun radikal harus dikikis oleh kemauan untuk menegakkan demokrasi demi kesejajaran dalam kesederajatan kemanusiaan sebagai Bangsa Indonesia.
Di Indonesia, terdapat berbagai macam kebudayaan yang berasal dari hamper seluruh sukubangsa. Hal ini mungkin terwujud sebagai masyarakat multikultural, apabila warganya dapat hidup berdampingan, toleransi dan saling menghargai. Nilai budaya tersebut bukan hanya sebuah wacana, tetapi harus menjadi patokan penilaian atau pedoman etika dan moral dalam bertindak yang benar dan pantas bagi Orang Indonesia. Nilai tersebut harus dijadikan acuan bertindak, baik dalam bidang social, ekonomi, politik maupun tindakan individual.
Di antara prinsip mendasar dari demokrasi yang patut dikembangkan di Indonesia adalah kesetaraan derajat individu, kebebasan, toleransi terhadap berpedaan, konflik dan konsensus, hokum yang adil dan beradab serta perikemanusiaan.
Prinsip demokrasi tersebut memungkinkan dapat berkembang hanya dalam masyarakat multicultural, yang dilandasi kesetaraan, demokrasi dan toleransi sejati.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesuksesan belajar mengajar dalam perkuliahan sangat ditentukan oleh etika dan cara mahasiswa dalam menyikapi karakteristik dosen.

Tidak ada komentar: